Penempatan, sebuah kata magis yang penuh arti dengan buraian tawa dan air mata bagi para penyandangnya. Hehe, sok puitis ya saya. Ya, intinya mau bahas penempatan.
Sejujurnya udah ga sabar menanti kalian (dedek-dedek gemes) buat datang kemari, biar nambah teman main. Denger-denger, dalam waktu dekat kalian bakal dapet email tiket keberangkatan ya? (Entah aku yg salah denger apa aku salah narasumber, hehe). Bentar lagi kalian bakal ngerasain gimana sensasi penempatan, perpisahan dengan handai tolan di Bandara Soeta. Di momen itu, kalian semacam mendengar suara Duta SO7 membisikkan “sampai jumpa kawanku.. semoga kita selalu.. de es te” dengan penuh romantika usia belia. Wkwk.
![]() |
| Sumber : lihat.co.id |
Selain menyambut kalian, aku juga mau sedikit bagi tips terkait apa yang kudu dicatat ketika kita memulai penempatan. Semoga bermanfaat.
1. Bersyukur!
Ini yang wajib banget dilakukan. Buanyak sekali dari angkatanku (termasuk aku), yang kaget tak terkira, ketika sampai di kabupaten penempatan “Duh, ga ada mekdi.” “Duh, ga ada mol.” “Duh, ga ada si ehem.” Dan duh-duh lainnya yang sebenarnya kalau mau dikeluhin bakal jadi daftar yang amat panjang tak terkira.
Wajar bro, kita baru saja merasakan hidup di Jakarta yang serba ada selama 4 tahun. Dan secara tiba-tiba tanpa disangka-sangka, harus cabut dan hidup di daerah yang bahkan belum kau bayangkan sebelumnya. Hmm.
Eits.. Tapi kamu bakal lelah hati dan pikiran kalau kamu terus ngelanjutin duh-duh an mu itu. Yang terjadi biarlah terjadi. So, nikmati saja bro, sist! Hehe..
![]() |
| Sumbernya dari google tapi lupa linknya, hehe |
Intinya, hal pertama yang kudu kita lakuin ketika penempatan adalah bersyukur. Dipaksain aja deh buat bersyukur. Gini contohnya;
“Wah, syukurlah di sini masih ada sinyal”.
Terus, kalo gada sinyal? ya ucapkan “Wah, syukurlah disini masih gampang cari air”.
Terus, kalo gada air? ya ucapkan “Wah syukurlah disini aku ga sendiri”.
Terus, kalo sendiri? ya ucapkan “Wah, syukurlah masih bisa idup.” Wkwk. Canda.
Terus, kalo gada sinyal? ya ucapkan “Wah, syukurlah disini masih gampang cari air”.
Terus, kalo gada air? ya ucapkan “Wah syukurlah disini aku ga sendiri”.
Terus, kalo sendiri? ya ucapkan “Wah, syukurlah masih bisa idup.” Wkwk. Canda.
Yang jelas, pasti selalu ada titik lemah yang bakal bisa jadi keluhan kita. Tapi juga tentu ada titik kuat yang bisa kita syukuri. Nah, cari dan pertebal titik kuat itu biar makin banyak titik-titik yang bisa membuat kita “legowo” atas penempatan kita. Bukankah Allah sudah ngingetin kita agar bersyukur biar nikmat kita terus ditambah olehNya? Masih ragu sama janji Allah?
2. Temukan lingkungan yang positif
Ini nih, penting. Udah ga zamannya kita diam di tempat, menggalaukan hal yang sudah terjadi. So, saat diri kita galau rindu rumah dan hirukpikuknya Jakarta, alihkan perhatian dengan temukan lingkungan yang positif. Kamu suka apa, carilah kesukaanmu itu, asal hal yang positif!
Misal kamu suka acara sosial, cari di instagram atau media sosial lain tentang kegiatan sosial di lingkunganmu, jangan malu! Hubungi, dan kenalkan diri! Siapa tau ketemu jodoh kan lumayan. Wkwk.
Kalau emang parah-parahnya ga nemu, maka jangan kamu sibuk mencari, tapi jadilah lingkungan yang kamu cari itu. Caranya gimana? Pelajari dan kolaborasi. Perkuat modal dan pengetahuanmu dengan belajar lebih dalam. Beli buku atau download video pengetahuan sebanyak-banyaknya (mumpung sekarang masih bisa akses BPSHQ yang berkecepatan buroq), bawa ke daerah penempatan! Sibukkan dirimu dengan memperkaya kompetensi diri, jangan sibuk dengan mengasihani diri. Usia udah kepala dua hidup masih disitu-situ aja? (pertanyaan ini juga kutujukan untuk diriku sendiri. Hewhew)
Cari contoh realnya nih? Oke. Sebut saja namanya Bunga dari Angkatan 54. Doi sudah tak diragukan lagi dalam perfotografian. Penempatan tak lantas membuatnya putus asa dengan berbagai keterbatasan, justru keterbatasan bikin dia jadi diri yang nyiptain lingkungan buat berkembang. Si Bunga makin produktif ngehasilin karya fotonya yang cihuy banget, kemudian video juga ga kalah cihuy, bahkan sampai kasih kontribusi ke BPS! Kurang cetar apa coba. Dan akhir-akhir ini, si Bunga bikin dirinya makin bermanfaat dengan bikin story-story berfaedah soal fotografi. Wow. Dia ciptain lingkungan yang kondusif meski banyak keterbatasan di daerah penempatan. (Btw udah pasti tau lah ya, siapa si Bunga ini. Wkwk.)
Dan yang penting nih, jangan lupa juga banyakin doa. Yakinlah. Kalau kita minta sama Allah buat dapet lingkungan yang baik, Allah pasti kasih kok. Percaya aja udah! Terbukti kok banyak cerita temen-temenku yang sukses dapet (atau bahkan menciptakan) lingkungan yang baik.
3. Tumpahkan dirimu 100 persen.
Biasanya di awal kerja, kita bakal semangat banget buat menyelesaikan setiap tugas yang dikasih atasan. Sampai bela-belain bawa kerjaan ke kosan, dilembur di kosan sampai pagi buta, dan dengan sukarela bilang “gapapa Pak, saya ga dapet uang lembur yang penting kerjaan selesai”. Menurutku, itu tidak sepenuhnya benar!
Oke, bolehlah di awal-awal kamu lakuin hal itu, tapi mau sampai kapan euy? Kerjaan boleh diselesaikan, tapi get a life, bro! hidup bukan hanya untuk melulu soal kerjaan! Jangan sampai lupa tuk tumpahkan passionmu juga! Eits, bentar… kecuali passionmu adalah memang bekerja, workaholic gitu.. hehe..
Agak ngawang-ngawang ya? Oke mari bicara kisah nyata, lagi-lagi tentang kisah anak 54 yang boleh kalian ikuti jejaknya. Siapin popcorn dan bantal selimut ya.
Sebut saja namanya Mawarmelatisemuanyaindah. Eh, terlalu panjang. Mawar aja deh.
Mawar ini begitu penempatan di seksi IPDS (kemudian dipindah ke seksi Sosial) di kabupaten, langsung ditumpahin sama kerjaan-kerjaan Susenas yang setiap-orang-BPS-pasti-paham-gimana-lelahnya-ngurus-susenas; seperti editing-coding, entri, validasi, evaluasi, perbaikan, dan mayoritas dilakukan sendiri. WOW. Tapi yg perlu dicatat, dia sama sekali ga ngorbanin jam malamnya untuk perkara kerjaan. Gampangnya, dia ga ambil lembur, Bro. Prinsip dia, “jam kerja ya buat kerja. Jam istirahat ya buat yang lain”.
Dan alhasil, di sela-sela istirahatnya, dia tuangkan passion nya 100 persen dan voila! Hobbynya berbuah tiket gratis ke NYC (buat yang ga tau kepanjangannya silakan googling sendiri), dan ditambah dia bisa jalan-jalan ke United Nations Headquarter alias kantornya PBB coy! FULLY FUNDED ALIAS GRATIS (mulai dari jakarta sampai balik jakarta, ga perlu keluar duit sepeserpun. Bahkan dapet duit. Wkwk)!!! Si Mawar dibolehkan izin seminggu dari kerjaan (padahal CPNS belum punya cuti dan maksimal bisa izin cuma 2 hari), sementara itu, kerjaan Susenas di kabupatennya pun tetap terselesaikan. TETAP SELESAI. So, masih bicara “Nggak mungkin kerjaan selesai kalo kita nggak ngorbanin waktu pribadi kita”? Yuk dikit-dikit dicoba. Apa salahnya mencoba sebelum terlambat.
Dan alhasil, di sela-sela istirahatnya, dia tuangkan passion nya 100 persen dan voila! Hobbynya berbuah tiket gratis ke NYC (
![]() |
| Gambar gedung kantor PBB. Sumbernya dari google. Bukan dikasih Mawar :) |
4. Makin perhatianlah sama orang rumah.
Nah ini yang penting. Jauh dari rumah jangan bikin kita malah jadi lupa rumah, tapi sekudunya bikin kita makin perhatian sama orang rumah. Video call lah sehari sekali, atau minimal sepekan sekali. Atau jika susah sinyal ya kirim foto, atau jika ga bisa ya setidaknya sms ke orang rumah. Masih ga bisa juga? Yaudah, banyakin doa, Allah Maha Mendengar, masih yakin kan bro?
Terus saat mau pulang kampung, jangan lupa bawa berbagai benda-benda untuk orang rumah, kasih surprise kado-kado buat orang rumah biar bisa bikin mereka makin seneng dan terkesan saat kita pulang. Dan, JANGAN CERITAKAN HAL-HAL MENYEDIHKAN PERKARA PENEMPATAN karena bakal bikin orang rumah kepikiran sama kita. Bagaimanapun, orang rumah terutama bapak dan ibukmu sampai kapanpun bakal ngeliat dirimu sebagai anak kecil yang belum banyak bisa ini dan itu. Jadi, ceritakan hal-hal yang bahagia aja biar orang rumah tenang “Ah, anakku di perantauan ternyata merasa nyaman, syukurlah”. *nulis sembari netes air mata keinget orang rumah*
Oke, civitas newbie-BPS yang berbahagia.
Kayaknya cukup sekian tips dari ku. Semoga bermanfaat. Pesanku, jangan jadikan penempatan sebagai beban dan keluhan, meski kita semua lemah, tapi bukankah ada Allah yang selalu menguatkan dan sangat terpercaya untuk kita jadikan sandaran?
Akhir kata, selamat penempatan. Kami disini menunggu kalian bersama tumpukan dokumen kuning yang siap kita taklukan. Wkwkw. Canda :)
![]() |
| Begini nih gambaran kuesionernya, buat yang belum pernah liat kuesioner susenas. Wkwk. |




makasih kak. mantap nian
BalasHapuskaka mawar berduri ke pbb
BalasHapus[url=https://ibb.co/GFfyGsh][img]https://i.ibb.co/R7Gfth5/wanita-cantik-asia-1.jpg[/img][/url]
BalasHapus●══════════════════════════════════●
Situs Kartu Online Poker & Domino Terbesar Di-Asia
●══════════════════════════════════●
Hanya Dengan Minimal Deposit 20.000 , sudah
Berkesempatan Untuk Menjadi Jutawan Bersama Kami
VIP DOMINO !! Daftar Dan Gabung Sekarang Juga
KELEBIHAN VIP DOMINO
✅ Min Deposit / Withdraw IDR 20.000.-
✅ Bonus Referal 15%
✅ Bonus Turn Over 0.3% Setiap Hari
✅ Bonus JACKPOT
✅ PROSES DEPOSIT & WITHDRAW TERCEPAT
✅ Customer Service Online 24 Jam Non - Stop
Contact Kami :
✅Wa : +62 852-5967-8372
✅TELEGRAM : +62 812-9851-7606
✅LINE : INDOVIP88
✅INSTAGRAM : INDOVIP88
✅Link Alternatif: Indovip303. com & Sakongvip. com
●═══════════════════════════ ═══════════●
Link Daftar DI VIP DOMINO
Bagi Penggemer Poker dan Domino Online
INDOVIP303,COM | VIPDOMINO88,NET
●══════════════════════════════════════●
Top